oleh

PT Sandvik SMC Resmikan Pemagangan Mandiri untuk 10 Perempuan Papua

TIMIKA – PT Sandvik SMC di daratan rendah PT Freeport Indonesia menyelenggarakan Kick Off Sandvik Female Apprentice Program, Kamis (17/6) di LIP Kuala Kencana. Dalam program tersebut, 10 perempuan terpilih akan menjalankan pemagangan mandiri selama kurang lebih satu tahun.

Pejabat Eksekutif Tertinggi PT Sandvik, Pieter Louw dalam sambutannya mengingatkan agar para perempuan yang terpilih dapat mencapai apa yang diinginkannya tanpa harus khawatir akan batasan. Ia mengatakan, para perempuan terpilih itu untuk juga mencontoh perempuan hebat lainnya di dunia seperti Margaret Thatcher dan Michelle Obama.

“Karena Anda suatu saat nanti akan menjadi pemimpin. Tidak hanya di Papua, tapi juga di Indonesia bahkan di dunia. Anda punya masa depan yang cerah sejauh mimpi Anda tidak punya batasan untuk mencapainya,” ujarnya.

Dalam kesempatan selanjutnya, Manajer Senior Institut Pertambangan Nemangkawi, Soleman Faluk menyatakan, program tersebut adalah langkah yang baik. Ia berharap para perempuan yang terpilih dapat memberikan yang terbaik untuk kinerja PT Sandvik kedepannya.

Kerjasama IPN dengan PT Sandvik juga disebutnya sudah berjalan setidaknya selama dua tahun terakhir. Hasilnya yakni berupa beberapa orang yang telah mengikuti program pemagangan mandiri itu dapat diterima di PT Sandvik.

Soleman juga mengingatkan agar peserta pemagangan dapat bekerja secara jujur. Selain itu peserta pemagangan diingatkan agar dengar-dengaran sebab peserta akan bekerja di lingkungan yang majemuk. “Yang terakhir adalah rajin. Kata lainnya adalah disiplin. Itu agar kita merasa nyaman,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga dalam sambutan penutup menyampaikan agar peserta dapat bersyukur karena bisa mengikuti program tersebut. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada PT Sandvik karena peduli dan perhatian kepada masyarakat Papua khususnya perempuan.

Pihaknya menyatakan apresiasinya terhadap PT Sandvik dan langkah yang telah diambil di Tanah Papua. Ia berharap program serupa akan terus berjalan kedepannya. “Namun kami berharap program serupa bisa juga merekrut lulusan SMA. Karena lulusan SMA di Mimika juga cukup banyak dan mereka juga berpotensi untuk mengikuti kegiatan seperti ini,” kata Paulus.

Ia berpesan kepada peserta pemagangan mandiri menunjukkan kemampuan dan kinerja terbaiknya. Sebab, program pemagangan mandiri itu adalah program yang pertama kali digelar. Harapannya, agar program serupa nantinya dapat digelar kepada generasi penerus.

Sebelumnya, Manajer Human Resource PT Sandvik, Irwan Marasabessy menjelaskan pada dasarnya, program itu dijalankan sebagai bentuk kepedulian dan pengembangan serta memberikan kesempatan masyarakat Papua yang sudah lulus sekolah untuk belajar bekerja di PT Sandvik.

Ia menyatakan, kedepannya, program serupa bisa berjalan dengan penambahan peserta. Namun hal itu bergantung pada evaluasi yang akan digelar setiap enam bulan sekali.

“Kesepuluh peserta yang dipilih ini berdasarkan kebutuhan. Dimana mereka akan diberikan pelajaran atau pemagangan di sini,” jelasnya.

Program itu dipastikan akan berjalan selama satu tahun. Dan peserta yang dipilih akan masuk di Workshop, Warehouse dan Safety menjalankan tugas sebagai mekanik, kelistrikan, operator forklift, welder, dan sebagainya. “Saya sebagai HR Manager sangat berterimakasih sekali ke Institut Pertambangan Nemangkawi dan Disnakertrans sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” tutup Irwan.(dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *