oleh

Status Puskesmas Timika Bakal Dinaikkan Jadi BLUD

TIMIKA – Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Puskesmas Timika akan ditingkatkan statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Peningkatan status ini sudah dalam tahap penilaian oleh tim melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Bertempat di Grand Tembaga Hotel, Jumat (18/6) kemarin dilakukan rapat koordinasi tim penilai penetapan Puskesmas BLUD yang dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari, Kepala Bappeda, Ir Yohana Paliling, MSi, Kepala BPKAD, Marten Mallisa, Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyao serta perwakilan OPD yang tergabung dalam tim penilai.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari menjelaskan, BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.

Salah satu Puskesmas di Timika yang akan ditetapkan jadi BLUD adalah Puskesmas Timika. Salah satu keunggulan dari status BLUD ini adalah Puskesmas yang memperoleh pendapatan dari layanan kepada publik secara signifikan dapat diberikan keleluasaan dalam mengelola sumber daya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Ini sebagai upaya menjadikan Puskesmas sebagai agen yang tidak harus dilakukan oleh lembaga birokrasi murni, tetapi oleh instansi pemerintah daerah yang dikelola ‘secara bisnis’, sehingga pemberian layanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien dan efektif yaitu dengan menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD.

Apalagi kata Sasarari, sejak Puskesmas memperoleh dana kapitasi JKN dari BPJS Kesehatan, maka dengan status BLUD, maka ada kebijakan dari BPJS untuk mentransfer dana kapitasi langsung ke rekening Puskesmas tanpa harus disetor dulu ke kas daerah.

Puskesmas BLUD juga dapat menyusun anggaran secara fleksibel dan mandiri untuk kemudian dikonsolidasikan ke rencana kegiatan dan anggaran SKPD. Puskesmas juga dapat menerapkan pengelolaan belanja dan pengelolaan barang secara mandiri. BLUD juga dapat melakukan utang piutang, kerja sama, investasi dengan pihak lain sepanjang memberi manfaat bagi BLUD. Seluruh pendapatan BLUD juga dapat digunakan langsung untuk membiayai belanja BLUD yang bersangkutan.

Sasarari juga menyatakan, jika sudah ditetapkan jadi BLUD maka sumber daya manusia, pendapatan, manajerial dapat ditingkatkan karena bisa melakukan bisnis sehat dengan kaidah-kaidah manajemen. Pada pengelolaan SDM dibutuhkan tenaga profesional, agar tugas fungsi terlaksana dengan baik dan sesuai dengan kompetensi. Dalam pengelolaan pendapatannya, Puskesmas BLUD masih mendapatkan dana dari APBD dan diperbolehkan melakukan kerjasama dengan pihak lain.

Untuk penetapan jadi BLUD, Puskesmas Timika sementara melengkapi persyaratan untuk mengajukan permohonan penetepan penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD Puskesmas. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *