oleh

Baliem Waga-Waga, Tempat Wisata Yang Baru Dibuka dengan Konsep Kearifan Lokal

TIMIKA – Kabupaten Mimika kini mempunyai satu lagi wisata alam yang berbasis kearifan lokal, yakni wisata alam Baliem Waga-Waga yang ada di jalan Trans Nabire, Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana, tak jauh dari Markas Batalyon Infantri 754/Eme Neme Kangasi Raider III/Kostrad. Wisata alam ini dibuka oleh prajurit TNI AD, Sersan Dua Panius Kogoya bersama empat Jemaat Gereja Baptis Timika yang dibantu oleh Yayasan Pelangi.

Dalam rangka dimulainya pengembangan wisata alam berbasis kearifan lokal, yakni wisata alam Baliem Waga-Waga, dilakukan doa syukur oleh pengelola dan masyarakat setempat. Doa syukur dihadiri oleh Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Mimika, Ir Syahrial, MM, manajemen Bank BRI Cabang Timika, perwakilan dari Polres Mimika, tamu undangan dan masyarakat setempat.

Serda Panius Kogoya, selaku orang yang menggagas tempat wisata ini menyampaikan terima kasihnya kepada Kodim 1710/Mimika yang senantiasa membina wilayah dan pihak terkait lainnya. Sehingga wisata alam Baliem Waga-waga bisa dibuka dan menjadi sarana wisata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Panius Kogoya sendiri adalah putra asli Papua kelahiran Kabupaten Lanny Jaya yang sudah 23 tahun mengabdi sebagai prajurit TNI. Kini ia bertugas di Koramil Kuala Kencana, Kodim 1710 Mimika.

Dandim Mimika dalam sambutannya mengatakan, masyarakat di Kabupaten Mimika saat ini sangatlah membutuhkan tempat wisata. Sehingga dengan adanya tempat wisata alam Baliem Waga-Waga, paling tidaknya bisa menjawab kebutuhan masyarakat untuk berwisata di lokasi tersebut.

“Dengan dibukanya wisata alam Baliem Waga-Waga ini, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi warga yang lain dalam memanfaatkan kekayaan alam Papua. Serda Panius Kogoya sudah banyak berkorban untuk membuka tempat wisata ini, dan Kodim 1710/Mimika sangat mendukung kegiatan positif ini agar bisa mendorong perekonomian masyarakat asli Papua,” urainya.

Tidak lupa Dandim pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang menginisiasi terbukanya wisata alam tersebut.

“Agar kedepannya dilakukan kolaborasi antara kesenian Kamoro dan pegunungan untuk bisa dipromosikan di lokasi wisata serta lakukan pengelolaan manajemen yang baik untuk menarik minat wisatawan,”sambung Letkol Yoga.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita pada papan nama lokasi wisata alam Baliem Waga-Waga oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Mimika yang didampingi Dandim 1710/Mimika.

Dalam kesempatan itu Ir Syahrial memberikan apresiasi yang positif kepada pihak pengelola yang telah melihat potensi wisata alam yang ada di Kabupaten Mimika, dan bisa mengembangkannya menjadi tempat wisata dan rekreasi masyarakat Mimika.

Sementara Serda Panius Kogoya yang ditemui wartawan, mengatakan wisata alam Beliem Waga-Waga mempunyai dua lokasi permandian, dimana satunya dikhususkan untuk anak-anak dan satunya lagi untuk orang dewasa.

“Kolam permandian untuk anak-anak dengan kedalaman 1 meter, kalau kolam permandian untuk orang dewasa kedalamannya 4 sampai 5 meter. Kalau untuk tarif masuk, satu orang Rp 10 ribu. Kalau untuk anak-anak usia 7 tahun ke bawah, tidak bayar. Kemudian kalau bawa mobil, tarif parkir satu mobil Rp 10 ribu, sepeda motor Rp 5 ribu dan untuk bus dan truk Rp 20 ribu,” urainya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *