oleh

Program KB: Bukan Batasi Anak, Tapi Menjarakkan Kelahiran

TIMIKA – Untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, pemerintah terus mengkampanyekan program keluarga berencana (KB). Tapi di Papua, bukan lagi untuk membatasi jumlah anak tapi menjarakkan kelahiran.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mimika melakukan kegiatan penguatan peran serta organisasi kemasyarakatan dan mitra kerja dalam pelaksanaan pelayanan dan pembinaan kesetaraan ber-KB. Kegiatan yang digelar Selasa (22/6) di Gedung Tongkonan ini,  dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Mimika, Maria Rettob.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan sebagai titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan karena jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat akan memperlambat tercapainya kondisi.

Untuk mencapai kondisi itu maka salah satu strategi pemerintah adalah menjalankan program KB. Mengikuti jarak kehamilan dan kelahiran anak untuk membina keluarga yang berkualitas. Jika hal itu dapat diperhatikan maka dapat mempengaruhi kualitas hidup keluarga dari sisi kesehatan, pendidikan dan anak dipastikan bahagia. Bagi ibu, kesehatan reproduksi lebih sehat sehingga terbebas dari penyakit.

Kepala Dinas P3AP2KB Mimika, Maria Rettob mentatakan saat ini sudah ada 14 kampung KB di Mimika. Dimana setiap kampung itu ada kelompok bina keluarga remaja, bina keluarga balia, bina keluarga lansia dan juga pusat informasi dan konseling remaja.

Maria menjelaskan, program KB bukan hanya sekadar memasang alat kontrasepsi, tapi bagaimana membangun satu keluarga yang sejahtera yang dimulai dari setiap keluarga. Saat ini program KB bukan lagi membatasi kelahiran, tapi menjarakkan kelahiran.

“Kalau dulu dibilang dua anak cukup, sekarang tidak. Kita menjarakkan kehamilan, paling bagus itu 2 tahun baru hamil lagi. tujuan supaya anak yang dikandung dan ibu hamil tetap sehat. Karena kalau jarak kelahiran terlalu dekat, ibu tidak sehat dan anak juga tidak sehat bahkan mengakibatkan stunting,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan alat kontrasepsi di kalangan masyarakat semakin membaik untuk mengatur jarak kelahiran anak. DP3AP2KB juga terlibat aktif dan bekerjasama dengan 29 fasilitas kesehatan di Mimika untuk menyediakan alat kontrasepsi sesuai dengan permintaan faskes. (sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *