oleh

Media Sosial

Oleh: Muhammad Adi Reksa

PADA saat ini media sosial adalah alat yang unggul untuk mencari atau  melakukan segala aktivitas seperti: berdagang, komunikasi, politik, sarana mencari ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi kian pesat, terutama sejak kemunculan internet. Kehadiran internet telah membuat perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dunia seakan berada di genggaman kita.

Melalui media sosial kita dapat memberikan informasi kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan ruang dan waktu. Hampir semua kalangan masyarakat mengenal dan menggunakan media sosial, arus informasi di media sosial yang begitu tinggi sehingga tidak dapat dibendung lagi banyak nya orang yang menggunakan internet pada saat ini.

Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat karena fungsinya. Banyaknya jejaring sosial yang tersedia seperti Facebook, Whatsapp, TwitterTelegram, Instagram, dan lain sebagainya yang menguntungkan masyarakat, karena dapat membantu komunikasi tanpa terbatas jarak dan waktu. Pada masa pandemi saat ini, Media sosial tentu saja sangat membantu. Kita masih bisa berkomunikasi meskipun secara virtual. Artinya, interaksi sosial baik itu antar individu atau kelompok masih dapat dilakukan. Media sosial juga dapat dijadikan sebagai penghibur ditengah kejenuhan masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan adanya Zoommeet, Googlemeet dan lain sebagainya.

Masyarakat dapat melakukan pekerjaan di rumah dengan melakukan banyak kegiatan. Bekerja dari rumah bukan berarti kita tidak dapat berkreativitas. Beragam bentuk media sosial yang ada dapat digunakan untuk berkreativitas serta berekspresi, misalnya dengan menulis artikel atau cerita di blog. Selain itu ada juga bisnis online yang merupakan salah satu keuntungan dari hadirnya media sosial ditengah-tengah masyarakat, mereka berniaga di jejaring virtual.

Beberapa oknum memanfaatkan media sosialuntuk tindak kriminal seperti penyebaran hoax, terutama di masa pandemi Covid seperti sekarang.  Secara tidak langsung berita hoax atau bohong tersebut dapat meresahkan masyarakat umum, terutama masyarakat awam yang ketika mendapatkan informasi langsung ditelan begitu saja tanpa adanya penelusuran lebih lanjut tentang kebenarannya.

Media sosial juga memiliki dampak positif dan negatif bagi para penggunanya. Dampak positifnya yaitu:

  • Sebagai tempat promosi. Dengan banyaknya orang yang menggunakan jejaring sosial, membuka kesempatan kita untuk mempromosikan produk/jasa yang kita tawarkan.
  • Ajang memperbanyak teman. Dapat menambah teman baru maupun relasi bisnis dengan mudah.
  • Sebagai media komunikasi. Mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang, baik dalam maupun luar negeri. Tempat mencari informasi, banyak juga instansi pencari berita yang menggunakan media sosial sebagai media penyeberannya.
  • Tempat berbagi. Dengan fitur yanga ada pada media sosial kita dapat dengan mudah saling bertukar data baik berupa foto, dokumen, maupun pesan suara.

Dampak negatif yang ditimbulkan dari media sosial yaitu :

  • Munculnya tindak kejahatan. Banyak juga orang yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk melakukan kejahatan seperti contohnya penculikan dan penipuan.
  • Mengganggu hubungan antar pasangan. Media sosial juga dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika memang pasangan itu berhubungan yang tidak wajar dengan orang lain.
  • Menimbulkan sifat candu. Media sosial juga dapat menimbulkan candu yang dapat mengakibatkan sifat penggunanya menjadi autis atau lebih menutup diri pada kehidupan sekitar.

Media sosial juga berperan aktif di dalam dunia politik karena politik berlomba menggunakan media sosialuntuk memengaruhi opini publik. Di sejumlah negara, para pemain politik memenangi kompetisi dengan menggunakan media sosial untuk meraih kemenangan. Media sosial terbukti mampu memengaruhi pembentukan pendapat publik yang menentukan sikap politik masyarakat. Contohnya, di Myanmar, otoritas militer menutup akses internet untuk meredam gejolak aksi protes atas kudeta terhadap pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi. Mereka juga memburu para pemilik akun media sosial yang menggalang gerakan antikudeta.

Berbagai peristiwa itu menunjukkan dengan gamblang betapa media sosial merupakan alat politik yang amat strategis dan efektif untuk memengaruhi maupun membatasi opini publik. Saat ini tak ada satu pun gerakan sosial maupun perubahan momen politik yang tak melibatkan media sosial. Konten politik di media sosial bisa diviralkan dengan cepat sehingga dapat mengubah persepsi publik dalam tempo singkat.

Di indonesia sendiri topik tentang politik dan media sosial sedang trend, Terlebih setelah Presiden Jokowi meminta masyarakat lebih aktif mengkritik pemerintah. Pun, akun medsos dan akses komunikasi digital bisa diblokir untuk meredam opini yang berseberangan. Pada akhirnya, kendali opini ditentukan oleh siapa yang menguasai narasi di jagat maya. Dengan adanya media sosial di harapkan pengguna dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.  (*)

Penulis adalah: Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyyah Malang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *