oleh

Eksistensi Podcast

Oleh:Nabila Ima Mitha

DALAM beberapa tahun terakhir terdapat tren yang disukai banyak masyarakat khususnya para kaum milenial, yaitu podcast. Nama podcast sendiri diambil dari kata “ipod” dan “broadcast”. Pada dasarnya podcasttidak jauh berbeda dengan radio, menyajikan rekaman audio tanpa visual yang dapat di dengar oleh semua orang. Hanya saja podcast bersifat lebih fleksibel dibandingkan radio karena dapat didengarkan kapan saja, dimana saja, dan pendengar bisa menyesuaikan dengan topik yang disukai. Karena itu saat ini podcastkian diminati dan mengundang banyak kreator-kreator podcast baru yang bermunculan dengan berbagai macam topik yang dibawakan. Podcast dapat ditemukan di berbagai macam platform seperti Spotify, Apple Podcast, Anchor, Sound Cloud, dan masih banyak lagi. Popularitas podcast yang semakin meningkat ini telah membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat akan konten audio tidak kalah besarnya dengan kebutuhan akan konten video.

Podcast sendiri memiliki karakter personal yang dapat membuat para pendengar merasa lebih dekat dengan penyiar podcast tersebut. Informasi yang disampaikan oleh nasasumber akan diterima oleh pendengar hanya lewat suara, karena hanya dengan suara saja pendengar bisa berimajinasi dengan mengacu pada suara itu. Oleh karena itu seorang penyiar harus terampil dalam menyampaikan cerita atau informasi melalui lisan agar imajinasi pendengar dapat terbangun dengan baik dan informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan jelas. Podcast sebagai media audio juga berpotensi untuk dimanfaatkan dalam bidang pendidikan, industri pariwisata, dan peluang pertumbuhan di Indonesia.

Sejak diluncurkannya podcast pertama di Indonesia pada 7 april 2005 hingga era podcast saat ini, peningkatan podcast di Indonesia dinilai sangat pesat dilihat dari meningkatnya jumlah pendengar dan meningkatnya jumlah kreator podcast di Indonesia. Mengutip dari survei yang dilakukan oleh Daily Social pada tahun 2018 terhadap 2023 pengguna smartphone menyebutkan bahwa 80,82% responden mendengarkan podcast dalam 6 bulan terakhir dan sebanyak 62,69% memilih podcast karena sifatnya yang fleksibel. Selain itu,podcast juga digemari karena beragamnya pilihan konten yang disajikan seperti komedi, politik, edukasi, horor, dan lain-lain. Keberagaman konten yang disajikan membuat para pendengar merasa tidak bosan dan dapat memilih topik sesuai dengan yang mereka inginkan.

Peningkatan pengguna podcast juga menyebabkan meningkatnya kreator podcastkarena dinilai lebih mudah dibuat dibanding dengan pembuatan video untuk Youtube yang tentunya memerlukan peralatan yang memadai untuk membuat setiap videonya menuntut para kreator pemula ingin mulai mencoba peruntungan di dunia podcast. Podcast memberi kemudahan dari segi rekaman, produksi dan promosi. Dalam membuat podcast para kreator pemula hanya membutuhkan smartphone dan mendownload aplikasi podcast seperti Anchor, didalam aplikasi tersebut kreator dapat merekam, mendistribusi, dan me-monetize rekamannya dengan mudah. Kemudahan ini dapat membuka peluang bagi seluruh kreator pemula untuk memulai usahanya di bidang podcast.

Podcast sendiri memiliki beberapa jenis siaran yaitu:

  1. Interview podcast, jenis ini yang paling sering di dengarkan, pada interview podcast kontennya berisi seorang host mewawancarai narasumber.
  2. Podcast monolog, podcast ini dibawakan hanya oleh satu orang saja biasanya berisi tentang opini pribadi terhadap suatu permasalahan.
  3. Conversational podcast, podcast ini dibawakan oleh lebih dari satu orang host yang bertukar pikiran mendiskusikan sebuah topik.
  4. Non-fiction storytelling podcast, pada podcast ini host akan menceritakan sebuah kisah nyata kepada para pendengar, kisah yang diceritakan bisa berupa berita aktual, sejarah, kisah pribadi seseorang, ataupun ilmu pengetahuan.
  5. Theater podcast, jenis podcast ini adalah sebuah teater yang dikemas dalam bentuk audio yang menyajikan narasi seperti teater tanpa ada pertunjukan di panggung.

Salah satu manfaat dari adanya podcast adalah dapat memberikan informasi dan pengetahuan dari narasumber untuk membuka wawasan dan pemikiran baru para pendengar, hingga saat ini telah banyak perusahaan besar yang menjadikan podcast sebagai media untuk menyebarkan informasi seperti Narasi TV, Kumparan, Kompas, dan lain-lain. Beberapa influencer di Indonesia pun saat ini telah banyak yang membuat konten podcast seperti Tsana dengan podcastnya Rintik Sedu, Asumsi bersuara yang dipandu oleh Nathaniel Rayestu, Makna Talks oleh Iyas Lawrence, dan masih banyak lagi yang lain.

Akhir-akhir ini beberapa konten kreator Youtube juga telah berinovasi menggabungkan konten podcast dengan video platform seperti Youtube. Isi dari konten podcast di Youtube sama dengan podcast pada platform lainnya, yang membedakan adalah podcast di Youtube tidak hanya berupa rekaman suara saja tetapi ada juga visual yang ditayangkan. Beberapa contoh influencer yang membuat konten podcast di Youtube adalah Raditya Dika dan Deddy Corbuzier.

Selain sebagai hiburan podcast juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran. Pada proses pembelajaran podcast memberi peluang bagi pengajar untuk menyebarkan konten audio yang interaktif yang dapat di dengarkan oleh pelajar kapanpun dan dimanapun. Peran dari podcast dalam pembelajaran ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pemahaman pelajar melalui suara atau mendengar. Podcast dapat dengan mudah diakses dan mudah dimanapun untuk meningkatkan proses pembelajaran mereka. Saat ini telah banyak institusi pendidikan yang telah menggunakan podcast sebagai sistem pembelajaran mereka dan telah mendapat hasil yang positif. Dengan podcast, para pelajar dapat belajar atau mendapat informasi dengan situasi yang menyenangkan sehingga tidak membosankan selain itu juga podcast dapat menstimulasi pelajar untuk berpikir secara kreatif.

Hadirnya podcast sangat bermanfaat bagi kehidupan di era saat ini karena pendengar dapat mendengarkan podcast sembari melakukan aktivitas lainnya sehingga bisa lebih produktif, karena itu konten podcast dapat menjadi salah satu cara penyiaran yang efektif di masa depan. (*)

Penuis adalah: Mahasiswi FISIP Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *