oleh

Kasus Covid-19 Melonjak, Sinyal Varian Baru?

“Jadi mudah-mudahan ini bukan varian baru. Tapi ini sinyal bahwa polanya sama…” kata Kadinkes.

TIMIKA – Kasus Covid-19 di Mimika dalam dua pekan terakhir mengalami lonjakan yang signifikan. Dibanding Mei lalu, pada awal Juli terjadi peningkatan kasus positif sebesar 39 persen. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra bahkan menyebut pola penularan yang terjadi sekarang mirip penyebaran varian baru.

Reynold Ubra yang ditemui ketika mengikuti vaksinasi massal di Kuala Kencana, Jumat (2/7) kemarin mengatakan, hadirnya varian baru di Papua termasuk Mimika memang hanya menunggu waktu. Apalagi dari 500 lebih kasus yang ditemukan, 29 persen diantaranya adalah pelaku perjalanan. Kontak erat 31 persen. Jadi meningkatnya kasus di Mimika memiliki hubungan dengan lonjakan kasus di Jawa dan Bali. Polanya sama, setelah liburan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, penularan Covid-19 di Mimika saat ini juga banyak terjadi pada bayi. Dari Bulan Mei hingga 1 Juli 2021, sudah ditemukan 30 anak yang terpapar Covid-19. “Jadi mudah-mudahan ini bukan varian baru. Tapi ini sinyal bahwa, polanya sama. Hanya saja tinggal kami melakukan pemeriksaan konfirmasi, yaitu dengan mengirim specimen ke provinsi. Kami rencana minggu depan dikirim supaya kami tahu. Mau ada atau tidak, polanya sama,” jelasnya.

Tingginya kasus pada anak tentu ditegaskan Reynold, menjadi dasar belum bisa diterapkannya belajar tatap muka di sekolah. Justru sekarang, mobilitas anak harus dibatasi dan diwajibkan menggunakan masker juga melakukan swab untuk pemeriksaan.

Dinkes Mimika sudah menerima surat edaran tentang vaksinasi pada anak namun masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan. Ia menyatakan Pemda Mimika pasti akan mendorong bersinergi dengan semua pemangku kepentingan di Mimika.

Kasus Covid-19 di Mimika melonjak. Langkah antisipatif akan dilakukan terutama ketersediaan tempat tidur. Saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih di atas 80 persen. Di RS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana sebanyak 64 tempat tidur. RSUD sebanyak 63 tempat tidur termasuk ICU dan ruang pasien cuci darah.

Dinkes juga akan mulai menghitung jumlah oksigen baik di RSUD, RSMM, RS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana. Gas dan tabung juga harus dipastikan tersedia. Rekayasa penanganan juga dilakukan yakni pasien berat sampai kritis diisolasi di rumah sakit, sedangkan pasien gejala ringan dan sedang isolasi mandiri. “Skenario itu akan kami siapkan. Tidak menutup kemungkinan juga isolasi terpusat tergantung keputusan Forkopimda. Kenapa tidak kita gunakan kembali wisma atlet,” ujarnya. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *