oleh

Penyekatan Dimulai Petang Ini, Polres Siapkan 120 Personel

TIMIKA – Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata menyebut telah menyiapkan 120 personel Polres Mimika untuk ikut serta dalam penyekatan jalan yang agendanya mulai dilakukan pada Senin (12/7) hari ini. Personel Polres Mimika akan melakukan penyekatan jalan bersama satuan lain, seperti TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, BPBD dan Dinas Perhubungan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Sabtu (10/7) mengatakan, penyekatan jalan dilakukan dengan menimbang agenda sebelumnya, yakni rapat tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang sebelumnya telah dilakukan pada Jumat (9/7). Hal itu juga merujuk kepada surat keputusan bernomor 443.1/476 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro yang berlaku sejak 7 Juli hingga 7 Agustus 2021.

“Tetap kami akan libatkan personel kami di lapangan untuk penyekatan, sebanyak 120 personel. Dan yang pasti selain penyekatan jalan, nantinya ada pos PPKM yang dibangun di setiap kampung,” ujarnya.

Berkaitan dengan penyekatan jalan, ia memastikan sosialisasi sebelumnya telah dilakukan sejak 7 hingga 11 Juli 2021. Hal itu bertujuan agar masyarakat mengetahui adanya agenda penyekatan jalan.

Berkaitan dengan lonjakan kasus Covid-19 di Timika, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Ia juga mengingatkan agar warga mendatangi gerai terpadu kesehatan agar mendapat vaksin.

Disisi lain, Kapolres Era Adhinata juga mengungkapkan, sejak 26 Juni lalu, warga yang datang untuk vaksin di gerai vaksin terpadu telah mencapai lebih dari 10 ribu orang. Pihaknya menargetkan penuntasan vaksinasi untuk membantu pemerintah dalam program percepatan vaksin.

Pada kesempatan sebelumnya, Sekda Mimika, Michael R Gomar saat dijumpai Radar Timika, Jumat (9/7) mengatakan, PPKM tetap akan diberlakukan Senin hari ini.

“Untuk para pedagang yang berjualan di malam hari, kami berharap sesuai dengan keputusan Ketua Tim Satgas maka pemberlakukan PPKM ini akan tetap dibatasi sampai jam enam petang, lebih jam enam tidak boleh lagi ada aktivitas, baik itu pedagang, penjual dan aktivitas lainya. Karena di malam harilah terjadi interaksi dan perkumpulan masyarakat di beberapa tempat, baik di cafe, warung makan dan di tempat kerumunan lainnya,” jelasnya.

Sekda berharap dengan adanya kebijakan PPKM ini, tidak ada lagi aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Di mana, hal yang sama juga ditegaskan oleh bupati dengan membatasi aktivitas masyarakat di malam hari sehingga angka covid yang ada di Timika ini tidak lagi meningkat dan menurun, juga demi kesehatan masyarakat.

“Saya pikir ini kebijakan yang baik untuk keselamatan kita semua seluruh warga masyarakat di Timika,” jelasnya.

Untuk itu, dengan kebijakan yang diberlakukan dua sampai tiga pekan ke depan ini, ia berharap tidak ada lonjakan kasus covid di Timika jika semua masyarakat mematuhi aturan ini.

Dari kebijakan PPKM ini jelas Gomar, diharapkan masyarakat bisa bersabar demi kebaikan bersama. Sebab, jika ini dilanggar maka tim satgas akan mengambil tindakan hukum untuk masyarakat yang melanggar sesuai dengan keputusan Satgas Covid.

Selain penyekatan di beberapa ruas jalan, jelas Gomar, untuk kegiatan hajatan, pernikahan juga akan dibatasi hanya sampai pukul 16.00 WIT. Hajatan ini sebutnya tidak diperbolehkan melebihi jam empat sore. Walaupun sampai saat ini sudah ada beberapa pengajuan kegiatan yang sudah disampaikan ke satgas untuk meminta ijin namun masih di-pending dulu.

“Batas terakhir kegiatan itu sampai jam enam sore, batasan jumlah undangan juga 50 persen dan juga akan diawasi oleh tum satgas baik itu hajatan, pernikahan maupun kegiatan lain,” tegasnya.

Tim Satgas akan turun untuk melihat jalannya kegiatan yang sudah diizinkan. Namun, jika acara tidak sesuai dengan surat izin satgas, maka acara akan dibubarkan oleh tim satgas.

“Jadi semua acara, baik itu hajatan, pernikahan ataupun ibadah-ibadah besar yang melibatkan kerumunan massa, tetap dibatasi sampai jam empat sore dan kegiatannya akan diawasi oleh tim satgas covid dan tamu peserta dibatasi hanya 50 persen,” imbuhnya. (dcx/ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *