oleh

Timika Bisa Jadi Sentra Peternakan Sapi

TIMIKA – Kebutuhan akan ternak sapi baik untuk kepentingan hari raya kurban, dan pemenuhan masyarakat pada acara tertentu cukup tinggi di Kabupaten Mimika. Namun selama ini, Timika masih selalu mendatangkan sapi dari luar daerah baik dari Sorong maupun Lombok. Melihat hal ini, Disnak dan Keswan pada tahun Tahun 2020, mendistribusikan bibit ternak sapi sebanyak 134 ekor.

Kadisnak dan Keswan, Ir Yosephine Sampelino, Kamis (15/7) dengan mimpi menjadikan Timika Sentra Peternakan sapi, maka salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan populasi sapi di Kabupaten Mimika, karena jika tidak dimulai melakukan kegiatan peternakan sapi, maka 5-10 tahun ke depan kemungkinan sumber-sumber sapi sudah tidak ada.

“Sekarang saja kita hanya bisa datangkan dari Sorong dan Lombok yang membutuhkan waktu cukup lama perjalanan dengan kapal laut. Jadi kami dari dinas mulai tahun 2020 meningkatkan populasi ternak sapi, dan sapi yang kita bagikan kemarin sampai saat ini masih sehat. Bahkan kami membuat surat perjanjian sama mereka yang mendapatkan manfaat sapi ini,” ujar Yosephine.

Lanjutnya, ada beberapa aturan   persyaratan di perjanjian itu antaralain sapi betina harus bisa melahirkan paling kurang 5 anak, baru boleh disembelih atau dijual. Sapi ras Bali ini sudah didistribusikan kepada masyarakat tahun lalu. Maka, kalau misal anaknya betina lagi, maka bisa dikembangkan biakkan lagi. Pemerintah pun bisa membeli hasil ternakan masyarakat ini asalkan tidak dipotong.

“Jadi memang satu-satunya cara agar bisa memenuhi kebutuhan pasokan sapi untuk kepentingan kurban ataupun kebutuhan masyarakat, untuk acara tertentu adalah beternak sendiri dan tidak ada cara lain. Karena lokasi kita dari sumber bibit beresiko, sangat jauh dan potensi kita di Timika sangat luar biasa. Ada 13 Satuan Permukiman (SP) yang hanya ditumbuhi lahan tidur dengan makanan ternak yang tersedia dan peternak juga ada,” ungkapnya.

Dari segi potensi juga kata Yosephine sudah ada, untuk itu ternak sapi potensial untuk dikembangkan di Timika karena pasarnya ada selain untuk kurban, untuk Freeport dan kebutuhan masyarakat

“Selain itu juga bisa dikirimkan ke kabupaten tetangga. Kita ingin Timika juga bisa jadi sentra produksi peternakan karena letak kita yang strategis,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *