oleh

Tidak Ada Salat Idul Adha di Lapangan

Salat Id Hanya Dilakukan di Masjid

TIMIKA – Salat Idul Adha 1442 Hijriyah/2021 M di Kabupaten Mimika, dipastikan tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, mengingat masih dalam Pandemi Covid-19 dan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, salat id masih bisa dilaksanakan di masjid-masjid yang tersebar di Mimika.

Ditiadakannya salat id di lapangan terbuka ini sesuai dengan hasil rapat bersama PHBI Kabupaten Mimika dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Bakesbangpol dan BPBD Kabupaten Mimika. Rapat tersebut menghasilkan petunjuk teknis pelaksanaan Salat Idul Adha sekaligus pemotongan hewan kurban. Rapat berlangsung selama dua hari di Kantor Pusat Pemerintahan, Rabu-Kamis (14-15/7).

Sekretaris PHBI Mimika, Roni Irnawan mengatakan, meskipun salah id tidak bisa dilakukan di lapangan, namun pihaknya bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang masih meperbolehkan pelaksanaan Salat Id di masjid. Dimana dalam kesepakatan, ada 75 masjid yang akan melaksanakan Salat Id.

“75 masjid dilaksanakan Salat Idul Adha, dan lapangan ditiadakan berdasarkan edaran pemerintah,” ujar Rony.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra usai pertemuan pada pekan lalu itu mengatakan, sesuai dengan petunjuk teknis yang telah disepakati bersama, ibadah dapat dilakukan di tempat ibadah. Namun, jumlah jamaah dibatasi hanya 50 persen, artinya tidak ada salat Idul Adha di lapangan, namun dilaksanakan di masjid dengan mengatur jarak antara jamaah, masker yang dianjurkan adalah dua lapis masker dengan tidak bersentuhan fisik.

“Kami juga persiapkan dua juknis, yakni pelaksanaan salat Idul Adha dan pada saat penyembelihan hewan kurban,” jelasnya.

Selain memperbolehkan salat Idul Adha, takbiran juga masih tetap diperbolehkan, namun takbiran hanya boleh dilakukan di masjid saja, tidak ada pawai takbir keliling. Batas takbiran juga sampai jam 20.00 wit. Pelaksanaan salat idul Adha juga dibatasi sampai satu jam saja.

Panitia salat Id di masjid juga akan di-swab satu hari sebelum pelaksanaan salat. Pelaksanaan swab akan dilakukan oleh Puskesmas setempat sesuai wilayah kerja Puskesmas.

Reynold Ubra juga meminta umat yang merayakan Idul Adha untuk tidak melakukan kunjungan silaturahmi demi mengcegah penyebaran Covid-19.

Panitia penyelenggara di setiap masjid akan melakukan pengecekan suhu tubuh, menyediakan masker. Panitia juga diminta lebih tegas dengan tidak memperbolehkan jamaah yang suhu tubuhnya tinggi, tidak memakai masker serta sedang batuk atau pilek.

Pembagian daging kurban juga harus dilakukan dari rumah ke rumah, bukan dengan pembagian kupon yang dapat ditukar dengan daging di tempat tertentu. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *