oleh

486 Hewan Kurban Disembelih untuk Idul Adha di Mimika

TIMIKA – Di masa pandemi Covid-19 yang belum usai, ternyata tidak mengurangi antusiasme umat muslim untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah. Hal ini terbukti dengan jumlah hewan kurban yang disembelih tetap banyak.

Dari data yang diambil di sejumlah masjid dan penyuplai hewan kurban di Timika, serta berdasarkan data yang sudah dilaporkan kepada PHBI Mimika, hewan kurban yang disembelih pada tahun ini jumlahnya sebanyak 486 ekor. Jumlah ini terdiri dari 288 ekor sapi dan 198 ekor kambing yang dipotong di 63 titik lokasi pemotongan hewan kurban.

Sekretaris PHBI Mimika, Rony Irnawan, Selasa (20/7) mengatakan, pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) secara random mengirimkan petugasnya, adapun sebanyak 24 titik pemotongan hewan kurban dilakukan pemantauan langsung guna memantau jalannya protokol kesehatan saat pemotongan hewan.

“Tahun ini sebanyak 288 ekor sapi dan 198 ekor kambing yang dikurbankan, pemotongan dilakukan dengan penerapan Prokes, hewan-hewan kurban diperiksa sebelum dan sesudah dipotong,” jelasnya.

Sementara itu, Kadisnak dan Keswan, Ir Yosephine Sampelino mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan di 24 lokasi pemotongan. Agenda post mortem kali ini dilaksanakan setelah pihaknya selesai ante mortem. Untuk ante mortem yakni pengawasan fisik, maka post mortem dilakukan untuk melihat kondisi bagian dalam kurban, khususnya organ hati hewan kurban. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Disnak ini kata Yosephine, dilakukan guna memastikan hewan kurban sehat baik dari fisik maupun dari dalam tubuhnya bebas dari cacing hati maupun penyakit lain yang dikhawatirkan bisa menular ke manusia.

Dari 24 titik pemotongan hewan kurban ini pihaknya menurunkan masing-masing 1 petugas dari Disnak dan Keswan. Dari tahun ke tahun pihak pemotong hewan kurban menjadi semakin baik karena didukung dengan peralatan pemotongan sehingga yang memotong tidak berkumpul dalam satu lokasi.

“Dalam penerapan Prokes ini mereka sudah lakukan, semakin bagus sehingga dari tahun ke tahun pemotongan kurban ini semakin baik,” jelasnya.

Dengan melihat aktivitas pemotongan kurban ini, ke depan pemerintah bisa menyediakan rumah potong kurban. Namun, keberadaan pengurus masjid yang sudah berpengalaman memotong kurban, hal ini sangat didukung pemerintah, sebab mereka sudah melakukan proses ini dengan sangat baik. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *