oleh

DPRD Restui Satu Arah di Jalan Budi Utomo Dilanjutkan

TIMIKA – DPRD Kabupaten Mimika akhirnya menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam pemberlakukan jalan satu arah (one way) di Jalan Budi Utomo. Meskipun mendapat banyak pertentangan yang besar dari masyarakat, namun setelah mendengarkan langsung presentasi yang disampaikan Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD, Senin (19/7), akhirnya DPRD mengambil kesimpulan untuk mendukung kebijakan ini tetap dilaksanakan.

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanes Felix Helyanan mengatakan, kebijakan ini tetap dijalankan setelah mendengar secara terperinci maksud dan tujuan diberlakukannya kebijakan satu jalur di Jalan Budi Utomo oleh Dishub dan dikuatkan dengan pihak terkait seperti Dinas PUPR, DLLAJ, Sat Lantas Polres Mimika dan Organda.

“Kebijakan satu arah ini kita harus terima kalau kita mau Mimika maju, suka atau tidak suka, kita terima demi kemajuan kota ini,” jelasnya.

Dalam RDP tersebut, politikus PDIP ini mengatakan, walaupun menyetujui pemberlakukan satu arah, namun ia tetap berharap dinas teknis bisa melihat dampak yang dirasakan oleh masyarakat dengan meninjau kembali median di Jalan Yos Sudarso untuk dibuka kembali. Beberapa median jalan Yos Sudarso yang akan menghubungkan jalur alternatif seperti ke Jalan Serui Mekar, Jalan Kartini, Jalan Busiri dan Jalan Sam Ratulangi bisa dibuka kembali. Dibukanya median jalan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses jalur dengan tujuan ke tempat umum seperti ke Pasar Sentral.

Sementara itu, untuk ongkos ojek bisa ditinjau kembali berdasarkan masukan dari masyarakat mengingat harga yang dipatok sudah dirasa mahal semenjak pemberlakuan jalan satu arah ini.

Walaupun ditolak dengan tegas oleh Sekretaris Komisi C, Saleh Alhamid soal pemberlakuan satu jalur ini, namun Jhon Tie mengatakan hal ini tetap akan dilaksanakan demi kepentingan daerah dan kemajuan daerah ini.

Sementara itu, Kepala Dishub Mimika, Jania Basir Rantedanun mengatakan, kebijakan satu arah di Budi Utomo bukan hanya diputuskan sepihak oleh Dinas Perhubungan. Dimana, keputusan tersebut berdasarkan kajian teknis oleh tim yang terdiri dari Dishub, Satlantas Polres Mimika, Dinas PUPR, Disperindag dan Organda.

Setiap anggota dari tim sebutnya telah memiliki tugas masing-masing, seperti Satlantas terkait dengan keamanan, ketertiban, kelancaran lalulintas. Selain itu, soal laju dan pertumbuhan kendaraan di Mimika. Ditambah pelaksanaan dan fungsi lalulintas, yakni keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalulintas (kamseltibcarlantas).

Sedangkan dari Dinas PUPR bertugas untuk melihat fungsi, kapasitas jalan dan konektivitas jalan-jalan alternatif, serta pembangunan jalan. Untuk dampak sosial ekonomi, menjadi tugas dari Disperindag untuk melakukan kajian. Untuk Organda juga terlibat karena sebagai organisasi tunggal dalam kendaraan bermotor.

Dari kajian-kajian itu, lanjutnya dirangkum menjadi satu dan dilaporkan ke Bupati Mimika. Dimana tambahnya, Bupati memerintahkan untuk pelaksanaan satu arah pada Jalan Budi Utomo tahun ini. Hal ini harus segera dilakukan karena Mimika akan menggelar PON XX dan Pesparawi XIII. Belum lagi, adanya kesemerawutan jalan yang terpusat di Jalan Budi Utomo.

“Semua prosedur sudah kami lakukan dan libatkan pihak terkait, kita sudah analisa sebelum penarapan satu jalur di Budi Utomo, kita diberikan tugas melakukan uji coba selama seminggu. Serta melakukan pengawasan selama satu bulan,” imbuh Kadishub. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *