oleh

PTFI Bantu 20 Oksigen Konsentrator

RSMM dan RSUD Masing-Masing 10 Unit

TIMIKA- Menindak lanjuti komitmen perusahaan untuk turut serta dalam upaya mitigasi kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika, PTFI menyerahkan bantuan secara simbolis, berupa alat Oksigen Konsentrator sebanyak 20 unit kepada RSMM dan RSUD Mimika untuk menangani pasien positif Covid-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Mimika.

Penyerahan bantuan ini dilakukan di RSMM pada Selasa (20/7). Penyerahan bantuan oleh VP Community Relations PTFI, Nathan Kum diterima langsung oleh Direktur RSMM dr. Joni Ribo Tandisau, SpB-KBD.

Bantuan dari PTFI berupa alat Oksigen Konsentrator ini tujuannya adalah untuk meringankan beban dan tanggungjawab dari kedua rumah sakit tersebut, dengan semakin naiknya angka kasus positif Covid-19.

Nathan Kum kepada para wartawan menjelaskan, PTFI telah dan akan terus mendukung pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemik Covid-19.

DI hampir semua daerah di Indonesia kebutuhan akan oksigen sangat meningkat. Makanya PTFI menyumbang 20 unit Oksigen Konsentrator ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan RSUD Mimika masing-masing 10 unit. PTFI melalui YPMAK terus mendukung penuh pengelolaan RSMM bahkan di masa pandemic didukung penambahan cargo untuk mengangkut obat-obatan dan peralatan medis untuk penanganan Covid-19 yang mendesak, sehingga dapat tersedia secepatnya.

“Ini penting, karena kita tahu bersama bahwa penanganan Covid-19 harus secepatnya,” ujar Nathan Kum.

PTFI juga sambung dia, membantu dan mengirim 900 tabung oksigen gunakan kapal perusahaan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan harian RSMM.

“Semoga sumbangan ini berguna bagi YCTP selaku pengelola RSMM dan juga semua kita tentunya. Harapan kami pandemi ini segera berlalu dan masyarakat juga diimbau terus menjaga protokoler kesehatan,” jelasnya.

Ditambahkan Nathan, nilai rupiah tabung tersebut per unit Rp 41 juta dan totalnya Rp 820 juta. Pihaknya juga berharap alat tersebut dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk menangani pasien Covid-19.

“Jangan lupa 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tambahnya.

Nathan menambahkan, PTFI terus mendukung dan bekerjasama untuk penanganan Covid-19. Di lingkungan PTFI sendiri persediaan oksigen sudah menipis. makanya pihaknya sangat berusaha untuk memenuhinya.

“Kita sangat butuh karena karyawan dan keluarga besar PTFI. Namun saat ini kita prioritaskan untuk kebutuhan masyarakat melalui RSMM dan RSUD Mimika,” imbuh Nathan.

Oksigen Konsentrator adalah alat yang digunakan untuk memberikan oksigen tambahan bagi pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (Chronic Obstructive Pulmonary Disease / COPD) dan dalam konsentrasi oksigen yang lebih tinggi, keuntungan oksigen konsentrator ini juga dapat membantu memberikan oksigen tambahan pada penderita hipoksemia kronik dan edema paru.

Oksigen Konsentrator adalah jenis perangkat medis yang digunakan untuk mengirim oksigen ke seseorang dengan gangguan pernapasan. Seseorang yang dalam darahnya lebih rendah dari biasanya sering memerlukan mesin ini untuk menggantikan oksigen itu. Secara umum, Anda tidak dianjurkan menggunakan oksigen konsentrator tanpa resep dari dokter. Seorang dokter harus meresepkannya setelah pasien menyelesaikan evaluasi medis menyeluruh. Para dokter juga biasanya akan menunjukkan kepada pasien bagaimana menggunakan konsentrator ini secara efektif saat bepergian dan di rumah.

Oksigen Konsentrator menyaring udara di sekitarnya, mengompresnya ke kepadatan yang diperlukan dan kemudian mengirimkan oksigen kadar medis yang dimurnikan ke dalam sistem pengiriman dosis-pulsa atau sistem aliran berkelanjutan ke pasien. Dilengkapi dengan filter khusus dan saringan yang membantu menghilangkan Nitrogen dari udara untuk memastikan pengiriman oksigen yang dimurnikan sepenuhnya kepada pasien. Perangkat ini juga dilengkapi dengan antarmuka pengguna elektronik sehingga Anda dapat menyesuaikan tingkat konsentrasi oksigen dan pengaturan laju oksigen kemudian pasien menghirup oksigen melalui kanula hidung atau masker khusus.

Sementara itu, Direktur RSMM dr. Joni Ribo Tandisau, SpB-KBD menyatakan sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh PTFI. Dia mengatakan, selama ini pihaknya sangat kesulitan dalam pengadaan oksigen.

“Kami sangat berterimakasih. Ini sangat membantu kami dalam pelayanan kepada pasien. Karena memang produksi oksigen sehari hanya 12 tabung. Sedangkan kebutuhan 50 tabung. Memang ada stok beberapa bulan lalu namun sudah habis,” ujarnya.

RSMM juga lanjutnya menerima bantuan 12 tabung dari RSUD. Diharapkan ke depan karena mesin memang kecil dan produksi tetap, sehingga bantuan tersebut bisa berkelanjutan dan ada tambahan dari RSUD. Di SP 3 ada milik swasta dan pihaknya menerima 5 tabung.

Dengan penambahan memang masih cukup kesulitan, namun bantuan ini sangat banyak membantu. Dengan adanya 10 unit ini bisa menambah kapasitas tabung di RSMM.

Hingga saat ini, Bed of Rate (BOR) di RSMM dijelaskannya merawat 24 pasien Covid. Kapasitas bisa 30 untuk Covid. BOR 50 persen masih bisa cukup untuk tempat tidur dan pihaknya tidak mengurangi. Yang masalah kalau ke depan jumlah pasien Covid terus bertambah.

“Yang masalah bagi kami adalah penyediaan oksigen,” paparnya.

Sedagkan dari sisi stok obat-obatan di RSMM sendiri sampai saat ini masih cukup dan ada dalam perjalanan, baik bantuan dari Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Mimika maupun dengan cara membeli.

Kategori ke-24 pasien Covid-19 pasien masuk kategori 3 ada 14, sisanya masuk kategori sedang. Dan selama Bulan Juli ini, sudah ada 4 pasien Covid yang meninggal dunia.

“Hampir semua ada komorbidnya. Rata-rata kemarin ada sakit gula, paru-paru. Pada prinsipnya ada juga faktor umur,” ungkapnya.

Terkait  jenis virus yang saat ini sedang mewabah, dr Joni mengatakan, karena identifikasi virus harus dikirim ke Jakarta, pihaknya tidak bisa memastikan apakah varian baru sudah masuk. Masih menganggap yang ada selama ini masih sama. Rata-rata usia pasien Covid adalah 40-50 tahun ke atas.

“Namun melihat frekuensi pasien yang begitu banyak kemungkinan saja sudah ada virus lain,” jelasnya.

Dari 24 pasien Covid yang ditangani RSMM,  rata-rata adalah masyarakat umum. Ditambahkannya, saat ini ada 30 karyawan RSMM yang harus menjalani isolasi mendiri. Sebanyak 14 di antaranya bidan dan perawat dan sisanya non nakes.

Dengan adanya kondisi tenaga pegawai yang isolasi mandiri, pelayanan masih bisa berjalan dan memaksimalkan sumber daya yang ada. (bom)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *