oleh

Salat Idul Adha Berlangsung Khidmat dengan Penerapan Prokes

TIMIKA – Salat Idul Adha 1442 Hijriyah di Masjid Agung Babussalam, Selasa (20/7) berlangsung dengan khidmat dan tetap memenuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Salat Id dipimpin Ustadz H Nur Alam sebagai imam, sedangkan bertindak sebagai khatib adalah Ustadz H Musriadi. Selain menggelar salat id, Masjid Agung Babussalam juga menyembelih hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi dan 7 ekor kambing dari masyarakat muslim.

Ketua DKM Babussalam, H Akhrir Iribaram mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh umat Muslim yang telah mendukung masjid dalam sumbangsih dan tenaganya untuk perluasan masjid Babussalam dengan di mulai penjebolan pagar masjid.

“Selain itu, ucapan terimakasih juga karena kita semua telah menerapkan protokol kesehatan dalam rangkaian Salat Idul Adha demi menjaga kesehatan bersama di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Ustadz H Musriadi menyerukan untuk senantiasa meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dalam segala kondisi apapun. Mentaati perintah dan menjauhi segala larangaNya. Hari raya yang berbahagia bukan saja untuk seseorang tertentu, tapi adalah kegembiraan seluruh umat Islam di dunia, Zakat fitrah yang mengiringi Idul Fitri dan kurban di Idul Adha adalah bentuk kegembiraan untuk seluruh umat Islam dan berbagi kebahagiaan dengan umat lain.

“Menggembirakan mereka dengan zakat dan kurban adalah hakikatnya yakni berbagi dan empati, berbagi kasih sayang dengan sesama. Kita berbagi dengan yang lain, membantu sesama meringankan beban saudara yang membutuhkan, meringankan sebagian derita saudara, menghibur dan melantunkan doa untuk kebaikan, berkumpul dan makan bersama dengan saudara, keluarga, ingatlah masih ada banyak anak yatim, anak yang tidak bersama keluarga, masih banyak orang yang kesulitan mencari nafkah, kehilangan pekerjaan, marilah kita lantunkan doa untuk saudara kita yang saat ini serba kesulitan di tengah pandemi covid-19. Mari kita hadirkan di dalam hati, pada saat kita membantu mereka, kita sedang berbuat baik pada diri sendiri (Surat Al Islah ayat 7), dan apapun harta yang kalian sedekahkah maka pahalanya akan kembali pada kalian. Barang siapa yang membantu seorang muslim, memberikan kemudahan maka Allah SWT akan memberikan kemudahan pada hari akhirat nantinya,“ urai Ustadz H Musriadi.

Di masa sulit pandemi Covid-19, lanjut Ustadz H Musriadi, ini tidak sebanding dengan yang dialami Nabi Ismail dan Ibrahim. Nabi Ibrahim selama puluhan tahun barulah mendapat buah hati. Namun setelah sang putra dewasa, ia diperintah untuk menyembelih anaknya, ia tetap jalankan dan mengutamakan perintah Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa kecintaanya kepada Allah SWT melebihi kecintaanya kepada dirinya sendiri. Kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah SWT kepadamu. Insya Allah segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah akan terjadi dan sebaliknya.

Berkat sabar dan tawakal kepada Allah SWT, marilah kita meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail di masa pandemi covid-19 ini. Di masa sulit ini, sabar dan tawakal, kita harus yakin di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, di setiap musibah dan masalah pasti ada jalan keluar. Pasti ada kebahagiaan setelah kita sabar dan tawakal. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *