oleh

Kasus Melonjak, Rumah Sakit Mulai Kritis

TIMIKA – Kabupaten Mimika kini berada pada titik kritis dalam pandemi Covid-19 akibat melonjaknya kasus dan pasien mulai memenuhi rumah sakit. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Kamis (29/7).

Sejak awal Juli hingga saat ini, dikatakan Reynold, kasus tidak pernah turun. Bahkan memasuki pekan ketiga PPKM juga masih tetap tinggi. Kondisi di Mimika hampir sama dengan daerah lain dengan positivity rate di atas angka 25 persen. Angka yang sangat tinggi. Harusnya di bawah 5 persen.

Reynold bahkan menyebut, kasus Covid-19 saat ini sudah lebih banyak dari malaria dan setiap hari bisa membunuh. Kejadian kematian yang disebabkan Covid-19 selama Juli, sudah 54 kasus. Rata-rata kematian 5,5 setiap hari.

Sehingga case fatality rate sudah di atas angka 3 persen. “Itu yang kita tahu, belum yang meninggal di luar,” katanya.
Peran masyarakat diperlukan agar rumah sakit tidak sampai kolaps. Reynold tak hentinya mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Membatasi mobilitas. Tingkatkan protokol kesehatan dan melakukan vaksin.

Warga Mimika yang menerima vaksin secara tuntas masih sangat rendah. Di bawah angka 20 persen. Jika dihitung dari jumlah suntikan sudah di atas 50 persen, tapi didominasi suntikan dosis pertama. Kemampuan vaksin saat ini sudah lebih dari 3 ribu per hari. Stok vaksin juga mulai terbatas, sehingga Dinkes tetap berupaya agar bisa memenuhi kebutuhan.

Kondisi rumah sakit di Mimika saat ini kata Reynold, sudah kritis. Di RSUD Mimika sebagai rumah sakit rujukan sudah mencapai 90 persen. RSMM melonjak sudah di atas 50 persen. RS Tembagapura yang sebelumnya 70 persen sekarang sudah 90 persen.

Dinkes sudah menyiapkan strategi. Pertama melakukan deteksi kasus lebih dini di Puskesmas. Dimana semua pasien yang datang harus swab antigen. Layanan persalinan kini ditangani Puskesmas sehingga pasien tidak perlu ke rumah sakit.

“Kami sudah menyiapkan surat untuk menerbitkan rekomendasi oksigen industri yang telah dikonversi. Dari 2 mesin, satu mesin memenuhi syarat dan saya pikir ini langkah baik, sudah diuji coba juga untuk memenuhi syarat. Jadi hari ini kami mulai buat rekomendasi supaya keberadaan oksigen tetap selalu ada,” terangnya.

Wisma atlet juga dipersiapkan sebagai tempat perawatan. Namun saat ini menurut Reynold, rumah sakit mulai menyiasati penggunaan tempat tidur. Pelayanan esensial juga bisa dipindahkan ke fasilitas kesehatan seperti klinik swasta dan Puskesmas.

Vaksin juga dipercepat untuk mengurangi risiko. Dari 1.012 kasus aktif per 28 Juli, 80 persen isolasi mandiri terutama yang sudah vaksin. “Itu bukti bahwa vaksin bisa mengurangi angka kesakitan dan angka kematian. Kejadian kematian didominasi yang belum vaksin dan punya komorbid,” tegasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *