oleh

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum Sopir Truk Diamankan Polisi

TIMIKA– Seorang oknum sopir mobil truk, terpaksa diamankan polisia lantaran dilaporkan telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebut saja Bunga, yang baru berusia 14 tahun dan duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Mimika pada Rabu (14/7) lalu .

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Kamis (29/7) siang, menjelaskan pelaku yang diketahui berinisial KB alias Sahrul tersebut sudah diamankan dan telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perlindungan anak.

“Sudah kita amankan tersangkanya, dan dikenakan undang-undang perlindungan anak,”ucapnya.

Kasat Reskrim kemudian menjelaskan kronologis kejadian, bermula ketika korban yang pada saat itu dari rumah temannya di Jalan Cenderawasih, Mapurujaya dan hendak pulang ke rumah korban.

“Korban saat itu mau pulang ke rumah, dan memilih untuk menghentikan mobil truk untuk menumpang. Dan ternyata mobil truk yang lewat adalah truk yang dikemudikan oleh saudara Sahrul atau pelaku,”ucap AKP Hermanto.

Setelah itu, korban yang sudah berada di mobil truk yang dikemudikan tersangka KB alias Sahrul lalu mengatakan bahwa ia mau pulang.

“Korban sampaikan ke tersangka bahwa dia menumpang mau pulang, tapi tersangka sampaikan ke korban bahwa Ko ikut kakak naik dulu. Lalu korban jawab, baru nanti saya pulang bagaimana dan tersangka jawab nanti baru kakak antar ko pulang,”jelas AKP Hermanto, menirukan kata-kata percakapan antara korban dan tersangka KB alias Sahrul.

Selanjutnya kata Kasat Reskrim bahwa korban dan tersangka KB alias Sahrul dari Mapurujaya langsung menuju ke Kota Timika untuk membawa muatan yang ada di mobil truk yang dikemudikan tersangka KB alias Sahrul.

Setelah selesai membongkar muatan yang ada di mobil truk, tersangka bukannya mengantarkan korban pulang ke rumah melainkan kembali mengajak korban untuk pergi lagi ke Pomako untuk mengangkut barang muatan.

“Setelah itu tersangka, korban, dan salah satu teman tersangka, kembali ke SP 1 untuk menaruh truk. Dan kemudian tersangka mengajak korban untuk pergi ke rumah adik tersangka di Jalan Irigasi, dengan alasan mau cas handphone. Namun saat itu sudah ada penyekatan jalan makanya tersangka kembali mengajak korban untuk pergi ke rumah kost,”jelas AKP Hermanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *