oleh

Covid-19 di Mimika Masuk Fase Kritis, Dinkes Kembali Perkuat Tracing dan Testing

TIMIKA – Salah satu kunci pengendalian Covid-19 adalah tracing, testing dan treatment. Inilah yang akan kembali diperkuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dengan melibatkan RT. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Jumat (30/7) kemarin.

Situasi Covid-19 di Mimika sekarang ini sudah memasuki fase kritis. Angka kematian rata-rata 5 kasus per hari. Kesembuhan turun. Infeksi meningkat. Positivity rate meningkat di atas 25 persen bahkan pelayanan bisa mencapai 50 persen.

Wilayah Tembagapura mulai terkendali, tetapi di Kota Timika dengan jumlah pasien aktif sekitar 1.000 orang, dimana lebih dari 900 pasien isolasi mandiri maka tracing dan testing akan ditingkatkan. “Kita akan mulai melakukan tracing dan testing di tempat. Nanti ada tim terpadu melibatkan RT, tokoh agama untuk melakukan test,” katanya.

Pasien yang menjalani isolasi mandiri akan diawasi dan di rumahnya ditempelkan sticker. Pasien yang datang berobat ke Puskesmas harus melakukan rapid test antigen.

Reynold mengungkapkan, ada beberapa pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri. Hanya saja penanganannya terkendala karena keluarga yang tidak percaya Covid-19. Makanya dalam penanganan akan melibatkan RT dan tokoh agama.

Testing cepat dengan antigen di Puskesmas ditingkatkan untuk melacak kasus. Reynold menyatakan, hasil pemeriksaan antigen juga dinyatakan sebagai kasus namun tidak masuk dalam laporan yang dirilis setiap saat. Hanya hasil pemeriksaan PCR. Jadi ia menyatakan kasus sebenarnya jauh lebih banyak hanya saja tidak dirilis.

“PCR itu memang golden ceck. Tetapi untuk sampai ke PCR tentu ada kriteria. Penilaian secara medis. Sebelum ke PCR, kalau dia probable, suspek dan kontak erat maka bisa dengan swab antigen. Nanti dari swab antigen akan dinilai. Diswab dua kali, tanda dan gejala ada diswab kok negative. Kalau gejala masih ada maka akan dirujuk untuk PCR. Kalau misalnya dia reaktif dengan antigen ya sudah dinyatakan kasus,” jelasnya. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *