oleh

Freeport Konversi Oksigen Industri Jadi Oksigen Medis, Sehari Mampu Produksi 60 Tabung

TIMIKACentral Shop Department LIP Oxygen Plant PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, dalam satu hari bisa memproduksi 60 Industrial Oxygen (Oksigen Industri). Selain oksigen untuk industri, Freeport kini juga bisa mengolah sendiri gas medical oxygen (oksigen medis).

Sebagaimana diketahui, oksigen medis saat ini menjadi barang ‘langka’, yang sangat dibutuhkan untuk penanganan pasien Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia, termasuk juga di Kabupaten Mimika karena banyaknya pasien terpapar Covid-19 yang sedang dalam perawatan.

Dani Hamdani selaku Perwakilan Supply Chain Manajemen PT Freeport Indonesia, Jumat (30/7) mengatakan, di Maintenance Support Central Shop Department LIP Oxygen Plant, bisa memproduksi 60 tabung oksigen setiap harinya. Industrial oxygen yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di pabrik-pabrik.

Sementara itu, General Forman Sentra Shop PTFI, Suprayogi mengatakan pengalihan industrial oxygen menjadi medical oxygen sebutnya secara umum pabrik yang digunakan adalah sama, namun memiliki teknis dan parameter yang berbeda. Proses konversi produksi industrial oxygen menjadi medical oxygen ini juga telah mendapat restu pemerintah pusat.

Suprayogi menjelaskan, untuk mendapatkan oksigen medis, ada beberapa parameter yang harus dipenuhi, ada cara pengaturan yang sedikit berbeda untuk gas industri, dan parameter inilah yang diukur, jika tidak memenuhi syarat maka gasnya akan dibuang.

Parameter untuk memproduksi oksigen medis ada 9 parameter, diantaranya gas karbondioksida, karbon monoksida, kadar air, gas metan dan gas nitrogen, dipoin inilah yang dikejar untuk membuat gas medis. Satu pabrik yang sama-sama mengolah gas industrial dan gas medis ini dipengaruhi kondisi cuaca karena akan mempengaruhi kelembaban dengan lebih banyaknya air dan gas yang akan dihasilkan.

Pengaturannya di Sentral Shop yakni Gas Plan akan dipenuhi gas untuk medis jika botol kosongnya ada. Jika dari Rumah Sakit Tembagapura ada ataupun di RSMM ada, barulah akan diisi. “Karena kita tidak mencampur antara gas medis dan gas industry,” ujarnya. Jika ada botol kosong untuk gas medis, maka akan diisi dan ke industri juga dilakukan hal yang sama.

Setiap batch yang diproduksi sebelumnya juga akan diambil sampelnya untuk dikirim ke Jakarta. Sedangkan batch yang dihasilkan ini akan disimpan sampai hasil pengujiannya keluar, setelah ijin keluar barulah batch gas yang diproduksi juga bisa dikeluarkan.

Untuk ijin sendiri dengan hasil uji lab adalah dalam kurun waktu empat sampai lima hari. Pihaknya di sini hanya berperan untuk mengisi gas saja. Adapun sampel yang dikirim ke Jakarta untuk diperiksa adalah botol gas dengan ukuran satu meter kubik.

Produksi gas medis ini sebutnya memang tidak bisa setiap hari dilakukan, sebab tergantung dari botol kosong yang sudah digunakan untuk penanganan pasien yang membutuhkan tabung oksigen.

Ia memastikan okeigen medis yang diproduksi sudah memenuhi standart, karena jika tidak memenuhi, hasil uji laboratorium yakni 9 standard maka gasnya tidak bisa digunakan.

Permintaan untuk pengisian tabung gas medis oleh RSMM ini adalah yang pertama kalinya dilakukan.

Dikatakanya, untuk pemenuhan isi gas sendiri bisa membutuhkan waktu kurang lebih selama satu pekan.
Untuk diketahui, tabung gas oksigen berwarna biru adalah untuk industri dan tabung putih adalah untuk medical oxigen. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *