oleh

Empat Pelaku Kasus Penikaman dan Pengeroyokan di Pomako Serahkan Diri ke Polisi

TIMIKA– Kasus penikaman dan pengeroyokan yang terjadi Kampung Cenderawasih, Pomako pada Minggu (1/8) lalu, kini dalam proses penyidikan Polres Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui di kantor Polres Mimika, Senin (2/8) siang, mengatakan dari kasus penikaman dan pengeroyokan terhadap 4 orang korban yakni Ferderika Nawatipia (48), Aneta Kamisopa (19), Yakinias Kamisopa, dan Markus Kamisopa.

Kini pihaknya telah mengamankan 4 orang pelaku masing-masing berinisial MO, HO, LO, dan BO, guna keperluan penyidikan.

“Pelaku ada empat orang dan mereka sudah menyerahkan diri. Sudah kita amankan, dan untuk penanganan kasusnya bukan Polsek Miktim tapi nanti kami Satreskrim Polres yang langsung tangani,”jelasnya.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan untuk para korban sendiri, ada yang mengalami luka akibat terkena tikaman benda tajam maupun ada yang hanya mengalami luka ringan.

“Kasus di Pomako yang penikaman, pelaku sudah menyerahkan diri bersama keluarganya. Pelaku utamanya satu orang, ada barang buktinya yakni pisau dapur dan pelaku lain ada tiga orang. Untuk para korban, satu korban mengalami luka memar pada wajah. Lalu korban kedua mengalami luka tusuk pada bagian tulang belakang, kepala dan ketiak. Sementara korban ketika mengalami luka tusuk pada tulang belakang, dan korban keempat mengalami luka memar pada tangan kiri,”urai AKP Hermanto.

Sementara untuk motif pasti penyebab terjadinya kasus penikaman dan pengeroyokan itu, kata Kasat Reskrim pihaknya masih melakukan pengembangan dan meminta keterangan dari para pelaku, korban maupun sejumlah saksi.

Namun menurut Kasat Reskrim bahwa awal mulanya kasus penikaman itu terjadi, saat para pelaku yang datag ke rumah para korban langsung merusak rumah dan melakukan pengeroyokan dan penikaman terhadap kedua korban yakni Ferderika Nawatipia dan dan Aneta Kamisopa.

Akibatnya kedua korban yang mengalami luka tidak tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, guna mendapatkan perawatan medis.

“Intinya masih dalam penyidikan, dan tidak ada korban jiwa hanya korban luka-luka saja,”paparnya.

Diketahui bahwa akibat dari kasus penikaman dan pengeroyokan itu, keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut sempat melakukan aksi pemalangan ruas jalan poros Pomako pada Minggu (1/8) sekitar pukul 13.30 WIT.

Namun setelah jajaran personel dari Polsek Mimika Timur turun ke lokasi pemalangan, dan melakukan komunikasi dengan keluarga korban, akhirnya palang kembali dibuka dan arus lalu lintas di ruas jalan poros Pomako kembali berjalan normal.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *