oleh

Penyaluran Bansos Beras Dimulai di Mimika

TIMIKA – Di masa pandemi Covid-19, pemerintah terus konsisten untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang paling terdampak. Setelah menyalurkan Bantuan Tunai Sosial (BST), pemerintah juga menyalurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk masyarakat di 18 Distrik Se Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Petrus Yumte, Senin (2/8) mengatakan, jumlah penerima BSB sebanyak kurang lebih sebanyak 9.355 keluarga.

Dikatakannya, di masa Covid-19, pemerintah masih konsisten dengan dana bantuan sosial berupa BST dan masih berjalan sampai saat ini dengan diikuti lagi bantuan berupa BSB juga sedang dijalankan untuk 18 distrik. Walaupun ia mengakui jumlah beras yang akan dibagikan kepada masyarakat ini masih kurang, namun pemerintah selalu berupaya agar penyaluran beras ini bisa tepat sasaran.

“Semua distrik, semua warga yang telah terdata dan menjadi bagian dari penerima bantuan pemerintah PKH ini dipastikan dapat bantuan beras ini. BSB ini diberikan sebanyak 10 kilogram untuk satu bulan dulu. Penyaluranya sendiri dilakukan dengan dukungan pendamping dari pemerintah dan pihak distrik,” ujarnya

Menanggapi adanya bantuan-bantuan yang sedang diberikan oleh pemerintah ini, salah satu tokoh masyarakat, Agus Anggaibak di Kantor DPRD mengatakan, bantuan sosial di masa covid diharapkan dapat diberikan kepada semua masyarakat dan merata.

Di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat sebutnya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan bantuan secara merata dan tidak memilih-milih masyarakat yang akan diberikan bantuan. Selain dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan bantuan sosialnya lewat APBD.

“Jangan cuma dari pemerintah pusat saja, pemerintah daerah juga harus bantu kasi turun bantuan sosial, masyarakat sangat membutuhkannya, bagi harus merata,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *