oleh

KPU Sebut Yan Sampe Gantikan Alm Robby Omaleng Sebagai Anggota DPRD

TIMIKA – KPU Kabupaten Mimika memastikan, Yan Sampe akan menjadi pengganti almarhum Robby Kamaniel Omaleng sebagai anggota dewan dari Fraksi Golkar. KPU memastikan hal ini sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan Sistem Informasi Manajemen Penggantian Antarwaktu (SIMPAW).

“Secara sistematis, hasil semua sudah kita laporkan, bisa diakses di SIMPAW, berdasarkan hasil suara, kita tidak bisa rubah, kurang itu tidak bisa, jadi Yan Sampe ini yang sesuai dengan hasil dari Pemilu 2019 dengan perolehan suara ketiga terbanyak di Dapil 2,” sebut Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola.

Untuk kepentingan PAW Almarhum Robby Kamaniel Omaleng, pihak KPU telah melakukan rapat pleno bersama para komisionernya. Setelah rapat pleno ini, Indra mengatakan hasil ini harus segera diproses dan diserahkan ke pimpinan DPRD. Nantinya, pimpinan DPRD akan mengajukan pengusulan penggankatan PAW ini ke Gubernur Papua melalui Bupati Mimika. SK pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan sebutnya memang melalui Gubernur.

Indra juga mengatakan, KPU melakukan pleno terkait dengan permohonan pimpinan DPRD soal Pergantian Antar Waktu (PAW). Pleno baru bisa dilaksanakan pada Kamis (5/8) dikarenakan ada satu dokumen yakni SK pemberhentian almarhum Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng yang masih dilengkapi. Selain itu, proses rapat pleno juga baru dilakukan karena adanya kesibukan tugas dari pimpinan DPRD maka KPU sebutnya baru menerima surat lagi untuk kepentingan PAW ini.

Rapat pleno yang diikuti oleh para komisioner ini telah selesai untuk membalas surat dari DPRD terkait PAW Robby Omaleng yang adalah Ketua dan juga anggota dewan dari Fraksi Golkar.

Disebutkannya, untuk melakukan PAW kembali lagi ada posisi aturan dan KPU sendiri menyebutkan jika harus disiapkan dokumen terlebih dahulu, seperti surat keterangan kematian, dokumen dari pleno hasil berita acara Pemilu 2019. Dari situlah akan keluar nama calon pengganti almarhum yakni Yan Sampe sebagai Caleg yang memiliki suara terbanyak ketiga di Dapil 2 dengan perolehan suara sebanyak 1000 lebih.

Proses untuk PAW ini sendiri kata Indra, Partai Golkar mengajukan permohonan kepada pimpinan DPRD dengan isi yakni karena alasan salah satu anggota fraksi Golkar sudah meninggal dunia, maka harus ada penggantinya. DPRD sendiri menyurat ke KPU sesuai dengan surat dari Partai Golkar. Berdasarkan laporan ini, KPU menyiapkan dokumen-dokumen hasil Pemilu 2019 dan dokumen lain seperti dokumen alasan penggantiannya yang membuat bersangkutan bisa diganti. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *