BAHAYA Penyakit HIV Dapat Mematikan, Bagaimanakah Cara Penularan HIV?

bagaimana cara penularan hiv-aids jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular hiv-aids|bagaimana cara penularan hiv atau aids jelaskan pula cara pencegahan|bagaimanakah cara penularan |hiv adalah|hiv merupakan kepanjangan dari|hiv aids|hiv singkatan dari|hiv aids adalah|hiv sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian karena|hiv aids tergolong penyakit|hiv disebabkan oleh|hiv positif|hiv atau aids

BAHAYA Penyakit HIV Dapat Mematikan, Bagaimanakah Cara Penularan HIV?

Gejala HIV/AIDS Gejala HIV/AIDS dapat muncul secara berbeda pada setiap orang, bisa beberapa hari setelah terinfeksi atau selama beberapa minggu. Menurut Sumarioto dan Sonia Nopembri, gejala awal HIV/AIDS sama dengan gejala influenza berupa:

  • Demam;
  • Perasaan lemah dan lesu;
  • Sendi yang menyakitkan;
  • Batuk dengan sakit tenggorokan.

Setelah gejala-gejala awal ini, pasien akan mengalami gejala tambahan, seperti infeksi penyakit lain.

Gejala-gejala yang ditunjukkan biasanya menunjukkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, termasuk:

  • Demam berkepanjangan;
  • Penurunan berat badan lebih dari 10 persen dalam waktu 30 hari; tubuh yang melemah yang kemudian mengganggu aktivitas fisik sehari-hari;
  • Kelenjar bengkak di leher, selangkangan dan di bawah lengan;
  • Diare yang terus-menerus atau tinja cair tanpa alasan yang jelas;
  • Batuk dan sesak napas selama lebih dari 1 bulan tanpa gangguan;
  • Kulit gatal dan muncul bintik-bintik merah kebiruan.

Satu-satunya cara untuk mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak adalah dengan melakukan tes HIV. Antibodi terhadap HIV biasanya terdeteksi di laboratorium 1-6 bulan setelah seseorang terinfeksi HIV.

Dengan demikian, seseorang dapat ditemukan HIV-negatif meskipun virus sudah ada di dalam tubuhnya. Ini disebut periode jendela.

Selama periode jendela ini, seseorang dapat menularkan HIV kepada orang lain.

Rute dan risiko penularan HIV/AIDS

HIV biasanya ditemukan dalam cairan tubuh manusia, termasuk darah, air mani dan cairan vagina.

Ketiga cairan ini telah terbukti mampu menularkan HIV dari orang ke orang. Sementara itu, para ilmuwan telah mengkonfirmasi bahwa HIV juga dapat ditemukan dalam air mata, air liur, cairan otak dan keringat.

Namun, jumlahnya sangat kecil sehingga masih belum ada bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui cairan ini. Umumnya, penularan HIV terjadi karena:

  • Hubungan seksual dengan orang dengan HIV, baik heteroseksual maupun homoseksual.
  • Penggunaan jarum atau alat penusuk lainnya, seperti akupunktur, tindik dan tato, yang terkontaminasi HIV.
  • Selain itu, ada banyak kasus penularan HIV yang diketahui melalui jarum suntik bersama oleh pengguna narkoba, salah satunya adalah HIV-positif.
  • Transfusi darah dari donor yang terinfeksi HIV ke donor penerima.
  • Inilah sebabnya mengapa orang yang mengidap HIV tidak diperbolehkan memberikan darahnya kepada orang lain.
  • Wanita hamil dengan HIV menularkan virus ke bayi mereka melalui plasenta selama kehamilan, atau selama persalinan ketika bayi menelan cairan di jalan lahir.

Dengan demikian, risiko tinggi tertular HIV dapat terjadi pada:

  • Orang yang aktif secara seksual dan memiliki banyak pasangan. Orang yang tidak melakukan hubungan seks yang aman tanpa kondom.
  • Pelacur wanita dan pria serta klien mereka.
  • Pecandu narkoba.

Hal-hal yang tidak menyebabkan penularan HIV/AIDS Meskipun HIV menular, proses penularannya tidak terjadi melalui kontak sehari-hari, seperti:

  • Memeluk orang dengan HIV;
  • Berjabat tangan dengan orang yang hidup dengan HIV;
  • Orang dengan HIV bersin atau batuk di dekat kita;
  • Berenang di kolam renang yang sama dengan orang HIV-positif; menggunakan toilet yang sama dengan orang HIV-positif;
  • Digigit nyamuk atau serangga lainnya.

 

Penutup

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa ikuti terus web ini agar tidak ketinggalan berita-berita yang sedang trend atau viral. Hanya itu yang dapat admin bagikan tentang BAHAYA Penyakit HIV Dapat Mematikan, Bagaimanakah Cara Penularan HIV?

Leave a Reply

Your email address will not be published.