INFO  

Daftar Prokes Terbaru Usai Ppkm Dicabut Pakai Masker? Ini Aturannya

Daftar Prokes Terbaru Usai Ppkm Dicabut Pakai Masker? Ini Aturannya
Daftar Prokes Terbaru Usai Ppkm Dicabut Pakai Masker? Ini Aturannya

Aturan PPKM resmi dihapuskan, apakah masker boleh dilepas? Seperti yang kita ketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menghapus aturan Pembatasan Kinerja Masyarakat (PPKM) di Indonesia pada hari Jumat
“Setelah mempelajari dan mempertimbangkan perkembangan ini,

Daftar Prokes Terbaru Usai Ppkm Dicabut Pakai Masker? Ini Aturannya

kami akan melihat lebih dari 10 bulan dan mempertimbangkan pertimbangan berdasarkan angka yang ada. Jadi, hari ini pemerintah memutuskan untuk menarik kembali PPKM. Yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No 50 dan 51 Tahun 2022,” kata Jokowi dalam jumpa pers, Jumat

Berdasarkan pernyataan ini, banyak orang bertanya-tanya apakah orang Indonesia diperbolehkan melepas masker mereka? Untuk menjawabnya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Jokowi meminta masyarakat untuk tetap mengenakan masker untuk berjaga-jaga

Daftar Prokes Terbaru Usai  Ppkm Dicabut Pakai Masker? Ini Aturannya
Advertisements
Daftar Prokes Terbaru Usai Ppkm Dicabut Pakai Masker? Ini Aturannya

Dapatkah saya melepas masker saya? Dalam konteks ini, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat Indonesia untuk mewaspadai risiko infeksi COVID-19. Karena alasan ini, masker harus dipakai untuk melindungi dari penularan Covid-19.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan konstituen bangsa untuk tetap berhati-hati dan waspada,” kata Jokowi dalam siaran pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat

Aturan pemakaian masker di aula dan keramaian terus berlanjut
Selain itu, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa aturan pemakaian masker di ruang tertutup dan di keramaian harus selalu dihormati.

“Pemakaian masker di keramaian dan di dalam ruangan harus terus dilakukan,” kata Jokowi.

Selain pemakaian masker, vaksinasi juga harus terus dilakukan
Selain pemakaian masker, Jokowi juga mengatakan vaksinasi harus terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan populasi terhadap penularan covid-19. Ketika orang sakit, mereka bisa menemukan obatnya sendiri.

“Dan masyarakat harus semakin mandiri dalam mencegah penularan, mengenali gejala dan mencari pengobatan,” kata Jokowi.

Jokowi juga mendesak pejabat dan lembaga pemerintah untuk tetap waspada dan memastikan mekanisme vaksinasi di lapangan terus berjalan. Terutama vaksinasi booster selama masa transisi ini.

“Memastikan mekanisme vaksinasi di lapangan terus berjalan, terutama vaksinasi booster, dan bahwa masa transisi ini, kelompok kerja COVID-19 dan daerah didukung untuk distribusi yang cepat. Dengan demikian, pokja daerah tetap ada untuk masa transisi,” jelas Jokowi.

Penjelasan terkait alasan pembatalan peraturan PPKM di Indonesia

Sebelumnya, Jokowi menjelaskan alasan PPKM ditarik. Hal ini didukung oleh data penanganan kasus pandemi Covid-19 di Indonesia yang belakangan ini dipantau lebih ketat dan menunjukkan bahwa persentase kematian Covid-19 di Indonesia berada di bawah standar WHO.

Lebih lanjut, penghapusan PPKM di Indonesia didasarkan pada tingkat imunitas yang tinggi pada populasi. Jokowi menggambarkan kekebalan penduduk Indonesia sebesar 98,5 persen.

“Jadi, menurut semua survei, kalau kita lihat angka ini pada Desember 2021, itu 87,8 persen, pada Juli 2022 itu 98,5 persen,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa berangkat dari angka itu, imunitas populasi masyarakat sangat tinggi.

Dengan demikian, penjelasan untuk jawaban atas pertanyaan, Apakah boleh melepas masker setelah penarikan CCMP? Orang-orang diketahui diminta untuk terus mengenakan masker, terutama di dalam ruangan dan di keramaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *